harapan & kenyataan
28,April 2011
Senja
itu, tatkala hujan bernyanyi bersama angin sore yang meneduhkan
jiwa-jiwa yang lagi kosong, menghempaskan penatnya sengatan mentari
dikala payung awan mendung telah terbentang dengan gagahnya di langit
kelam, seakan akan ikut ambil bagian, ibarat pemain orchestra yang
mengiringi sang hujan bernyanyi riang.Aku dan kamu, ditemani kerumunan ilalang yang seakan tak peduli dengan apa yang terjadi, bersorak dan tersenyum menikmati keindahan senja berbalut nada hempasan jutaan butiran air ke bumi.
Waktu seakan tak adil ketika sebuah senyuman manis kau suguhkan untukku, senyuman yang mungkin tak kau sengaja atau mungkin tak bermakna bagimu.
kamu pernah bertanya kepadaku, ” kenapa aku menyukai mu? “
Sungguh aku tak tau jawaban dari pertanyaan mu itu, namun aku akan mencari tau jawaban atas pertanyaanmu itu agar kamu bisa puas dan tak lagi memandang remeh diriku atas perasaan ini. Perasaan yang sesungguhnya tak kusengaja ku pungut dari mu.
Malam ini, ketika coretan ini kutulis ditemani dengan senyuman kesedihan, telah kutemukan jawaban atas pertanyaan mu itu.
Malam ini aku telah mencoba menyuguhkanmu sebuah harapanku akan cinta. Dan berharap agar harapanku ini bisa menjadi kenyataan. Namun, malam ini juga kamu telah menolak suguhanku dan itu berarti harapanku tidak sama dengan kenyataan yang ku alami. Mungkin suguhanku malam ini tak senikmat yang kau harapkan, mungkin juga suguhanku ini tak mengundang seleramu, atau mungkin suguhanku ini hanya sebuah lelucon tak bermakna untukmu.
Aku tak menyalahkanmu karena telah menolak suguhanku, aku juga tak akan bertanya kepadamu seperti kamu bertanya kepadaku tentang “kenapa kamu menolak suguhanku?” Tapi kamu menjawab pertanyaan yang tak pernah kutanyakan tentang kenapa kamu menolak suguhanku ini.
Jawaban kamu sederhana, ‘kamu mau fokus dulu untuk kuliah’!!
Oh Tuhan terimakasih atas pelajaran berharga ini, aku baru sadar akan satu hal. Sesuatu yang tak pernah terfikirkan olehku ketika perasaan ini telah hadir menguasai seluruh logika ku. Aku baru sadar bahwa aku hanyalah manusia biasa, semua kemungkinan bisa terjadi padaku.
Oh Tuhan, seandainya dia menerima suguhanku, dan suatu saat kuliah dia hancur gara-gara perasaan cinta yang bodoh ini, maka aku akan sangat berdosa kepada orang tua dia, orang tua yang membiayai anak gadisnya untuk kuliah dan berharap banyak agar anak gadisnya bisa kuliah dengan baik. Aku akan menghancurkan harapan orang tua dia. Apakah ini tujuan saya mencintainya?? Tuhan maafkan aku….
Oh Tuhan, seandainya dia menerima suguhanku, dan suatu saat aku melukai perasaannya dan dia meneteskan air mata, maka harga berapakah yang pantas aku bayar untuk menebus air mata seorang gadis?? Apakah ini tujuan saya mencintainya?? Tuhan maafkan aku….
Oh Tuhan, seandainya dia menerima suguhanku, dan suatu saat aku tak bisa melawan godaan setan dan melecehkan dia, maka berapa besar dosa yang harus aku tanggung untuk mempertanggung jawabkan perbuatanku?? Apakah ini tujuan saya mencintainya?? Tuhan maafkan aku….
Wahai Tuhan Yang Maha Tau, Hanya Engkau Yang Tau perasaan dan keadaan aku saat menulis tulisan ini. Biarkanlah malam ini aku kecewa dan sedih, dan biarkanlah keadaan ini menjadi cambuk bagiku. Biarkan aku menikmati perasaan ini sendirian dan biarkanlah perasaan ini abadi bersama tulisan ini.
Malam ini aku telah temukan jawaban atas pertanyaanmu, pertanyaan mengapa aku suka kamu?.Aku menyukaimu karena Tuhan telah memperlihatkan dirimu dihadapanku. Aku tidak pernah memohon kepada Tuhan agar kamu bisa aku lihat. Tuhan lah yang mengatur segala kehidupan ini. aku juga tidak pernah memohon kepada Tuhan agar aku diberi perasaan ini. Perasaan ini ada pada diriku begitu saja saat aku melihat dirimu. dan Demi Tuhan, aku ikhlas dengan apapun yang terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
yang penting hepiii...