Reruntuhan Senja
28,April 2011
"... just like a dream to me", kalimat yang tepat buat aku saat ini si Rudi senja yang menanti sang rembulan, yeah ... "I
have witnessed and felt his own pain ruins this evening that made my
wish to enjoy the beauty of the moon that I've been waiting for."senja hari ini, kusaksikan cahaya itu menyembur berantakan. menyapu segarnya udara kasih sayang yang membuat sang bangau pulang cepat ke sarangnya. cahanya menyelimuti duniaku dan seakan berpesan dan berbisik padaku bahwa akan turun badai.
Saya tahu ini bukan apa yang saya inginkan, dibanjiri dengan semua rasa sakit ini dan Mengetahui bahwa aku tidak akan pernah memeluknya, Seperti yang saya lakukan sebelum badai. Ya, sebelum badai itu datang padaku.
Dan awan yang merobek patah hati saya dengan setiap sambaran petir yang aku rasakan, dan bukan sebuah kata yang tersisa. terucapkan di setiap pesan yang kau kirimkan untukku "Mungkin aku harus menyerah".
Aku berdiri di sini tapi engkau tidak melihat saya, dan aku akan membiarkan semuanya itu berubah. aku tahu apa yang engkau lakukan, apa yang engkau katakan pada setiap ilalang yang tumbuh di pekaranganmu. aku pun telah tahu alasan yang tak kau katakan padaku. aku hanya tertunduk tak percaya bahwa senja hari ini ternyata akan turun badai.
Mungkin engkau tak akan mengerti apa yang tertuang disini, karena coretan ini hanya sebagai pengingat sebelum badai datang. coretan ini adalah curahan hati yang tak akan ku beri tahu pada ilalang yang tumbuh didekatku, aku bukanlah engkau dan aku berbeda dengan engkau.
coretan ini adalah air mataku, dan aku akan mengumpulkan sisa-sisa reruntuhan senja ini agar suatu saat aku bisa tersenyum. tersenyum karena bisa mengenalmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
yang penting hepiii...