Mengapa aku butuh jarak untuk mencintaimu
28,Maret
Apakah
engkau Pernah bayangkan, Andai bulan muncul sekali dalam seratus
tahun, maka saat bulan muncul betapa kita akan memandangnya dengan penuh
takjub dan kekaguman. Tapi bulan menyapa hampir disetiap malam, kita
pun lupa bahwa bulan selalu terjaga, saat kita terlarut dalam lelap,
digoda sunyi pada detak parau jarum jam dinding.Juga Bisakah kau bayangkan, andai bulan ada disini menggantikan Bumi, akan kita injak-injak dia tanpa beban, tanpa terimakasih, dan tanpa kekaguman. Akan kita perkosa hutan-hutannya, kita reguk sari dari perutnya.
Engkau juga pasti tau berapa biaya yang dikeluarkan para Astronot komersial itu untuk pergi ke ruang angkasa? Ratusan, bahkan ribuan Millyar rupiah hanya agar punya jarak dengan Bumi. Dan disana para Astronot tercengang melihat bola raksasa dengan biru atmosfirnya yang berada di tengah-tengah gelap pekatnya semesta, dia Jatuh cinta kepada Alas kakinya sendiri selama bertahun-tahun kehidupannya.
Dan Andai pungguk pernah tau betapa wajah bulan tak selembut sutra, bahkan penuh jerawat seperti muka ABG yang kebanyakan makan yang berlemak, si pungguk mungkin tak akan menghabiskan malamnya hanya untuk merindu.
Cinta bukan perbuatan, bukan sentuhan. sebab jika seperti itu, berarti cinta bisa dibeli. Dengan uang ditanganmu, akan ada saja orang yang mau berbuat apapun untukmu, siap menyentuhmu dengan cara yang paling kau inginkan.
Sayangku, cahayaku...jarak adalah vaksin bagi kebinatangan kita. jarak adalah juru selamat kita dari dosa berikutnya. jarak merenggut semua dan menyaring segalanya, Hingga yang tersisa adalah Butiran-butiran murni Kerinduan, Tetes-tetes bening cinta.
Hiduplah disana, bagi tawamu dengan siapa saja, tangismu biar untukku, dalam sepi engkau menengadah. Tak setahu dunia, tak tercatat jadi dosa. kita pengantin diluar cuaca, tak kematian pun bisa memisah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
yang penting hepiii...